Analysis of The Impact of Environmental Permit Changes in The Omnibus Law Regulation: Between Ease of Doing Business and Environmental Protection

Authors

  • Rizky Chairunisya Ramadhani Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan
  • Romy Affandi Tarigan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan
  • Fernandus Damanik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan

DOI:

https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i8.60

Keywords:

Omnibus Law, Environmental Approval, Business Licensing, Legal Protection

Abstract

This study critically examines the transformation of environmental permit mechanisms introduced by Law No. 11 of 2020 on Job Creation (Omnibus Law) in Indonesia. By altering the legal status of Environmental Impact Assessments (AMDAL) from an independent administrative permit to an integrated environmental approval embedded in business licenses, the regulatory shift aims to streamline business licensing and accelerate economic investment. Using a normative legal research methodology combined with a comparative statutory approach, this paper evaluates whether this integration compromises environmental protection safeguards. The analysis reveals substantial structural vulnerabilities, including diminished public participation and narrowed administrative oversight. Consequently, strict legal standards must be institutionalized to maintain environmental sustainability.

References

Akib, Muhammad. Hukum Lingkungan. Jakarta: Rajawali Pers, 2014. Hukum Lingkungan Perspektif Global dan Nasional. Jakarta: Rajawali Pers, 2021.

Asshiddiqie, Jimly. Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. Jakarta: Sinar Grafika, 2012.

Bedner, Adriaan. Indonesian Environmental Law in Transition: Standard Setting and Coordination. Leiden: Leiden University Press, 2010.

Bregman, A. G., dan S. Jacobsson. “Environmental Integration in Risk-Based Licensing Systems: Lessons for Emerging Economies.” Journal of Environmental Law & Policy 45, no. 2 (2021): 112–130.

CNN Indonesia. “Kadin: UU Cipta Kerja Jadi Solusi Penghambat Investasi.” 16 Desember 2023. CNN Indonesia.

Herniwati, et al. Perkembangan Politik Hukum di Indonesia. Pasaman Barat: Azka Pustaka, 2021.

Hone, T., J. Macinko, dan C. Millett. “Revisiting Alma-Ata: What Is the Role of Primary Health Care in Achieving the Sustainable Development Goals?” The Lancet 392, no. 10156 (2018).

Indonesian Center for Environmental Law (ICEL). Hukum dan Kebijakan Lingkungan dalam Proses Percepatan Investasi: Catatan terhadap Wacana Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. 2020.

Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009.

Kalangi, Karla. “Kedudukan Amdal tentang Eksploitasi Pertambangan Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.” Lex Privatum 6, no. 1 (2018).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Materi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Press Conference Bersama Menteri-Menteri tentang UU Cipta Kerja.” Jakarta, 7 Oktober 2020.

Mahardika, A. G. “Implikasi Omnibus Law terhadap Hak Konstitusional atas Lingkungan Hidup yang Sehat.” Jurnal Konstitusi 18, no. 1 (2021).

Mahfud MD, Moh. Politik Hukum di Indonesia. Edisi ke-10. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2020.

Notanubun, W. B. “Analisis Hukum Penindakan bagi Pelanggaran dan Penyalahgunaan Lingkungan Hidup Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.” Lex Administratum 9, no. 4 (2021).

Nugroho, Wahyu. Ancaman Omnibus Law di Sektor Agraria dan Lingkungan Hidup: Kesejahteraan untuk Siapa? Jakarta: Rajawali Pers, 2020.

Nur, M. I., et al. “Persetujuan Lingkungan dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan Dampak dari UU Ciptaker bagi Lingkungan.” Jurnal Syntax Admiration 2, no. 12 (2021).

Nurjaya, I. Nyoman. “Pengelolaan Sumber Daya Alam dalam Perspektif Otonomi: Tinjauan Hukum dan Kebijakan.” Jurnal Suloh 5, no. 1 (2007).

Pan, M. F. “Perlindungan terhadap Lingkungan dalam Perspektif Konstitusi (Environmental Protection in Constitutional Perspective).” Jurnal Konstitusi 13, no. 4 (2016).

Rahmadi, Takdir. Hukum Lingkungan di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers, 2011.

Rangkuti, Siti Sundari. Hukum Lingkungan dan Kebijaksanaan Lingkungan Nasional. Surabaya: Universitas Airlangga Press, 2000.

Redi, Ahmad, dan Ibnu Sina Chandranegara. Omnibus Law: Diskursus Pengadopsiannya ke dalam Sistem Perundang-undangan Nasional. Depok: RajaGrafindo Persada, 2020.

Ruhl, J. B. “The Precautionary Principle in Sustainable Development and Environmental Governance.” International Environmental Law Journal 32, no. 1 (2018): 45–68.

Santosa, Mas Achmad. Hukum Lingkungan dan Tata Kelola Berkelanjutan Pasca Undang-Undang Cipta Kerja. Jakarta: Rajawali Pers, 2021.

Sodikin, Ahmad. Politik Hukum Agraria. Jakarta: Konstitusi Press, 2013.

Sriwati. “Kajian Yuridis Pelimpahan Kewenangan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah dalam Bidang Pertanahan.” Jurnal Education and Development 8, no. 2 (2020).

Suriadinata, Vincent. “Penyusunan Undang-Undang di Bidang Investasi: Kajian Pembentukan Omnibus Law di Indonesia.” Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum 4, no. 1 (2019).

Suryani, A. S. “Perizinan Lingkungan dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan Dampaknya terhadap Kelestarian Lingkungan.” Info Singkat: Kajian Singkat terhadap Isu Aktual dan Strategis 12, no. 20 (2020).

Ulum, M. Chazienul, dan Rully Ngindana. Environmental Governance: Isu Kebijakan dan Tata Kelola Lingkungan Hidup. Malang: Universitas Brawijaya Press, 2017.

Wijoyo, S. “Structural Transformation of Environmental Permits in Indonesian Risk-Based Business Licensing.” Asian Journal of Comparative Law 17, no. 3 (2022): 289–311.

Zildjianda, Raesitha, Iskandar Muda, dan Dian Herlambang. “Undang-Undang Cipta Kerja dan Dampaknya terhadap Masalah Lingkungan.” Jurnal Ilmiah Advokasi 11, no. 1 (2023).

Published

2026-08-30

Issue

Section

Articles