Conservation and Revitalization of the Ciliwung Riverbank Area in Manggarai Village, Tebet District, South Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i4.30Keywords:
Riverbanks, Ciliwung River, Conservation, Slums, RevitalizationAbstract
The Ciliwung riverbank area in Manggarai Village, Tebet District, South Jakarta is one of Jakarta's most critical informal settlement zones, characterized by high population density, inadequate sanitation, lack of green open space, and recurring flood disasters. This study aims to examine the physical and non-physical conditions of the area and propose a conservation and revitalization design concept that responds to community needs, spatial regulations, and future development of Manggarai Station as Jakarta's central railway hub. Using qualitative and quantitative methods including field observation, community interviews, site analysis, and architectural design, the study identifies the area's potential and constraints. The research covers three RW (neighborhood units): RW 01, RW 04, and RW 10, with a combined population of approximately 9,177 residents, of whom around 2,500 live directly on the riverbank.
References
Anggreini, A. P. (2021). Revitalisasi Pasar Tradisional dalam Pemberdayaan Pedagang Pasar Panjerejo Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Program Studi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Airlangga.
Arbi, I. A. (2020). Menyusuri Riwayat Sungai Ciliwung, Sempat Berdamai dengan Ibu Kota di Zaman VOC. Kompas.com.
BPHN. (1992). UU No. 4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia.
Eni, S. P. (2018). The Characteristics of Houses in the Urban Settlement of the Kahayan's Riverbank in Palangka Raya, Central Kalimantan. Saudi Journal of Engineering and Technology (SJEAT).
Hadiaty, D. R. K. (2017). Ini Tujuh Spesies Ikan Baru Hasil Temuan Peneliti LIPI dan Prancis. LIPI Press. http://lipi.go.id/berita/ini-tujuh-spesies-ikan-baru-hasil-temuan-peneliti-lipi-dan-prancis/17993.
Hasits, M. (2020). Sejarah Ciliwung, sumber air minum yang kini jadi tempat sampah. Merdeka.com.
HS, A., Arifin, H. S., & Kaswanto. (2014). Manajemen Lanskap Ruang Terbuka Biru di Daerah Aliran Sungai Ciliwung. IPB Repository.
Haryati Diva, I. (2019). Konduksi: Konservasi Sempadan Sungai Berbasis Edukasi Spasial (pp. 2–7).
Mauliani, L., Nurhidayah, & Masruroh, F. (2012). Kajian Konservasi Kawasan Bantaran Sungai: Studi Kasus Boat Quay Singapura dan Sungai Ciliwung Jakarta. Nalars, 11(1), 63–76.
Poedjioetami, E. (2008). Penataan Ulang Kawasan Bantaran Sungai dengan Menghadirkan Sentra Ekonomi dan Rekreasi Kota: Studi Kasus Kawasan Dinoyo Tenun, Surabaya. Jurnal Rekayasa Perencanaan, 4(3).
PP No. 38 Tahun 2011. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai (pp. 1–21).
Prasetya, L. E. (2008). Penataan Kawasan Bantaran Sungai Martapura Banjarmasin sebagai Ruang Terbuka Rekreatif. Seminar Nasional Peran Arsitektur Perkotaan, pp. 1–6.
Purwantiasning, A. W. (2015). Kajian Revitalisasi pada Bantaran Sungai sebagai Upaya Pelestarian Bangunan Tua Bersejarah: Studi Kasus Kawasan Malaka. Prosiding SNTT FGDT 2015.
Purwono, R., & Mustika, L. (2018). Rekayasa Lansekap untuk Penanganan Banjir (Studi Kasus: Bukit Duri, Kampung Pulo, Kampung Melayu dan Kali Bata Jakarta). Sabua: Jurnal Lingkungan Binaan, 8(3), 32–39.
Rahmatulloh. (2017). Dinamika Kependudukan di Ibukota Jakarta. Genta Mulia, VIII(2), 54–67.
Rahmad, R. (2020). 7 Fakta Penting Sungai Ciliwung yang Harus Kita Ketahui. Mongabay.co.id.
Ruspendi, D., Hadi, S., & Rusdiana, O. (2013). Kajian Perubahan Penutupan Lahan Pada DAS Ciliwung Hulu dengan Pendekatan Spasial Dinamik. Jurnal Lanskap Indonesia, 5(2), 1–5.
Saranta, B. (2017). Merawat Hulu Ciliwung, Menjaga Wibawa Hilir Ibukota. Mongabay.co.id.
Saridewi, T. R., Hadi, S., Fauzi, A., & Rusastra, I. W. (2014). Penataan Ruang DAS Ciliwung dengan Pendekatan Kelembagaan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 32(2), 87.
Setiawan, E. (2021). Revitalisasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Setyowati, D. L., Hardati, P., & Arsal, T. (2018). Konservasi Sungai Berbasis Masyarakat di Desa Lerep DAS Garang Hulu. Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS IX 2018, pp. 401–410.
Silalahi, R. C. (2017). Faktor-faktor yang Menyebabkan Permasalahan Relokasi Bantaran Sungai Kampung Pulo ke Rusunawa Jatinegara Barat. Jurnal Muara Ilmu Sosial, 1(2), 488–499.
Soemarno, I. (2007). Riverbank Settlement in Surabaya. International Conference on Urban Studies, pp. 57–66.
Wuisang, C. E. V., Sutrisno, A., & Sondakh, J. A. R. (2019). Strategi Revitalisasi Kawasan Heritage di Pusat Kota Lama Manado. Prosiding Seminar, pp. A103–A110.



























